Iron Man

•September 9, 2012 • Leave a Comment
Dsc02823

Di kereta subway menuju Yongsan -Seoul-, di depan sayah ada seorang bapak yang membawa papan setrika-an. Entah mau di bawa kemana itu papan setrikaan yang terlihat dari warnanya yang udah kucel nampak bukan barang baru. Sayah pikir dia adalah seorang Iron-man alias tukang setrika di binatu….ah tapi itu mungkin hanya pikiran saya saja.

Tapi kalo dia bener seorang Iron-man maka alangkah beruntungnya sayah telah bertemu dengan seorang super hero ala Marvell ituh. Mungkin saja itu papan setrikaan adalah papan seluncur yang bisa terbang dan senjata andalan yang berbentuk setrika bisa membuat gosong musuh-musuhnya…..halah.

Koplak..!

 

Datang Bulan

•July 20, 2012 • 4 Comments

Resah, itu kesan yang sayah tangkap saat menunggu datangnya bulan itu, dan itu selalu terjadi setiap tahun. Liat di tipi kemaren masih sama juga dengan tahun kemaren, dengan orangnya ya itu-itu juga dan alatnya ya itu-itu juga …sederhana, dan hasilnya ya itu-itu juga. Yang sayah heran dalam penentuan waktu sholat memakai metode hisab tidak ada pro dan kontra seperti penentuan awal puasa. Padahal dasar penentuan waktu sholat pun berdasarkan hadist juga dan metodenya pun sama dengan melihat secara fisik. Untuk waktu Dluhur misalnya dengan melihat tergelincirnya matahari dengan melihat bayangan suatu benda. Dan sekarang lihatlah di masjid-masjid walaupun berbeda golongan tapi tetep jadwal sholatnya sama “Jadwal sholat sepanjang masa” dengan metode Hisab.

Selama sayah hidup 30 tahun lebih belum pernah sekalipun ahli hisab/falak melakukan blunder ketika menghitung terjadinya gerhana bulan. Selalu tepat baik waktu maupun tempat-tempat yang akan dilewatinya. Sebab peredaran benda-benda langit adalah tetap dan mereka tunduk dan patuh akan sunatullah (QS 55:5 dan QS. 10:5).

Baiklah selamat Berpuasa bagi yang menjalankan.

Tipe yang Manakah?

•July 6, 2012 • 2 Comments

Gambar diatas sungguh multitafsir, jadi termasuk tipe yang manakah sampeyan?

6 dan 7

•June 24, 2012 • 2 Comments

Sabtu kemaren Ibunya anak-anak ngabarin kalo anak-anak sudah terima rapor. Si sulung seperti biasa masuk sepuluh besar  yang kali ini ada di peringkat enam. Dari kelas satu sampai kelas empat paling tingggi ada di peringkat dua. Sayah memang gak pernah memaksa anak untuk harus rangking sekian di sekolah. Yang penting masih bisa ngikutin pelajaran dan jujur dalam menyelesaikan soal-soal, itu saja.

Dan yang sangat menyenangkan adalah kabar adiknya si Hani yang tahun ini adalah tahun pertamanya di SD. Walaupun belum cukup umur sebab masih 5 tahun ternyata bisa mengikuti pelajarn bahkan masuk sepuluh besar di peringkat 7.  Masuk SD adalah keinginan Hani sendiri karena di TK membosankan katanya.  Ya sudah, akhirnya dititipin di SD, bisa ngikutin ya syukur ato tinggal kelas juga gak papa, dengan syarat begitu akhirnya sekolah mau menerima.

Satu lagi kabar dari rumah adalah disunatnya si Sulung Fadli. Gak terasa sudah punya bujang di rumah sekarang, rasanya baru kemarin saja ketika masih  menggendongnya. Tak ada pesta ataupun kenduren khas kampung, hanya sunat saja. Yang penting dibeliin sepeda itu kata Fadli. Okelah, selamat menikmati bentuk baru Dli ….sudah besar kamu sekarang. Nasehat ayah pendek saja.

Berhati-hatilah akan Pikiranmu sebab akan menjadi Perkataan.
Berhati-hatilah pada Pekataanmu sebab akan menjadi Tindakan.
Berhati-hatilah pada Tindakanmu sebab akan menjadi Kebiasaan.
Jagalah Kebiasaanmu sebab akan membentuk Karaktermu.
Jaga Karaktermu,sebab akan membentuk Nasibmu, 
Dan Nasibmu adalah Hidupmu ….

Disable Person

•June 18, 2012 • Leave a Comment
Dsc02664

Di setiap kereta di sinih, di tiap ujung gerbong di kanan dan di kirinya disediakan bangku khusus baik untuk lansia, ibu hamil ataupun disable person (kalimat pertama iki kok kakehan “di” yah?). Untuk yang berkebutuhan khusus seperti yang berkursi roda di sediakan space khusus tanpa kursi.

Seperti contoh foto di atas merupakan salah satu bahkan salah dua yang mungkin bisa digolongkan dalam disable person tadi. Lalu bagian mananya yang disable? rasa malunya mungkin yang sedang di disable. Di samping itu juga termasuk orang yang berkebutuhan khusus yaitu kebutuhan tempat khusus untuk pacaran.  Jadi wajar sajalah mereka bertempat di sana sebab memenuhi dua syarat tadi disable person dan berkebutuhan khusus.

Demikian terima kasih.

Tentang Isra Mikraj

•June 17, 2012 • Leave a Comment

Terlepas dari kontroversi tentang Isra mi’raj yang biasanya terbagi dalam dua kubu,  yang satu berpendapat kalau Nabi SAAW itu berisra-mi’raj hanya dengan ruh-nya saja tidak bersama raganya sementara dipihak yang lainya berpendapat bahwa  Nabi SAAW itu berisra-mi’raj raga dan ruhnya sekaligus, untuk menerima perintah sholat ke sidratul muntaha. Biarlah itu menjadi kebenaran masing-masing. Yang jelas sebagai  panutan maka sudah sepantansnyalah mengikuti apa yang dicontohkan nabi termasuk isra mikraj.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Israa – 1)

Dari ayat di atas mungkin kita dapati sedikit gambaran bagaimana untuk berisra-mikraj itu. Di awali dengan Maha Suci Allah, satu sifat Allah yang berarti kewajiban kita untuk mensifatinya. Dengan begitu kita wajib mensucikan diri dalam arti membersihkan hati, yang dalam dir Nabi sendiri digambarkan sebagai dadanya dibelah kemudian dibersihkan oleh malaikat. Selanjutnya dalam ayat di atas yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, yang menggambarkan bagaimana kita mulai mensucikan diri yang dimulai dari kegelapan (malam) hati. Hati yang terisi amarah, dengki, buruk sangka dan sebagainya itu. Selanjutnya dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha, itu berarti perjalanan dari kegelapan hati dengan meninggalkan masjidil haram -masjid =tempat sujud/patuh -. Meninggalkan tempat keatuhan terhadap hal-hal yang dilarang/haram menuju masjidil aqsa atau baitul maqdis (muqqadas) yang artinya rumah kesucian. Maka kalo itu sudah dikerjakan maka otomatis  akan diberkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami dan itu tanpa diminta.

Sekali-kali posting agak serius sekaligus pengingat diri untuk selalu mengaji diri, walau singkat semoga bermanfaat.

Ambrol

•June 14, 2012 • Leave a Comment
Dsc02377

Biar terlihat keren mungkin jadi ditulisnya Umboroll. Dan rupanya kata ambrol bukan dominasi orang Jawa saja, bahkan Non Rihana pun sempat mempopulerkan lagunya dengan kata itu yakni Umbrollah…halah!

Baiklah sebab tulisan ini umbrolliveable maka jangan pernah percaya sebab tulisan aselinya cuma Jumboroll. Sekian.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.