Datang Bulan

Resah, itu kesan yang sayah tangkap saat menunggu datangnya bulan itu, dan itu selalu terjadi setiap tahun. Liat di tipi kemaren masih sama juga dengan tahun kemaren, dengan orangnya ya itu-itu juga dan alatnya ya itu-itu juga …sederhana, dan hasilnya ya itu-itu juga. Yang sayah heran dalam penentuan waktu sholat memakai metode hisab tidak ada pro dan kontra seperti penentuan awal puasa. Padahal dasar penentuan waktu sholat pun berdasarkan hadist juga dan metodenya pun sama dengan melihat secara fisik. Untuk waktu Dluhur misalnya dengan melihat tergelincirnya matahari dengan melihat bayangan suatu benda. Dan sekarang lihatlah di masjid-masjid walaupun berbeda golongan tapi tetep jadwal sholatnya sama “Jadwal sholat sepanjang masa” dengan metode Hisab.

Selama sayah hidup 30 tahun lebih belum pernah sekalipun ahli hisab/falak melakukan blunder ketika menghitung terjadinya gerhana bulan. Selalu tepat baik waktu maupun tempat-tempat yang akan dilewatinya. Sebab peredaran benda-benda langit adalah tetap dan mereka tunduk dan patuh akan sunatullah (QS 55:5 dan QS. 10:5).

Baiklah selamat Berpuasa bagi yang menjalankan.

Advertisements

~ by gambarpacul on July 20, 2012.

4 Responses to “Datang Bulan”

  1. Iya ya Mil…kok bisa begitu ya…kenapa ya…?

  2. buminya sama, mataharinya sama, bulannya juga sama…tapi kenapa cuma lihat awal bulan saja susahnya minta ampun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: