Tahu Separatis

•June 11, 2012 • Leave a Comment

Dsc02062

Jenis tahu ini banyak menjadi menu utama gorengan di warung-warung Indonesia di Korea di samping tempe goreng tentu saja. Soal harga termasuk mahal walaupun bahanya banyak ditemui di sini tidak seperti tempe yang dijual ditempat tertentu saja. Per 3 bijinya di hargai 2.000 Won 

Lebih di umum dikenal dengan Tahu isi walopun kadang isinya tahu juga. Tapi di kampung sayah jenis tahu ini  disebut tahu brontak, dan tentu saja boleh di sebut sebagai tahu separatis. Makanan berbahaya sebab berada di kelas Subversif.

Advertisements

Mati Lampu…

•May 29, 2012 • 2 Comments

Dsc01178

Satu hal yang ngangenin sekarang ini adalah mati lampu. Dan sayangnya itu yang belum pernah terjadi di sini. Selama hampir dua tahun di Korea sinih belum pernah sekalipun listrik mati. Dulu di kampung sayah itu mati lampu dalamseminggu minimal 3 kali dan dari 3 kali itu satu kalinya dipastikan mati hampir seharian penuh. 

Dulu waktu tinggal di Solo mati lampu model massal begitu biasa dinamakan “oglangan”. Di kampung sayah namanya tetep saja mati lampu. Kecuali mati lampu lokal sebab kelebihan beban maka disebutnya “anjlog” (pake “g” biar mantep). Yang anjlog tentu saja MCB meteranya buka listriknya. 

Baiklah, ada satu tips mudah untuk mengatasi anjlog ini. Tinggal pasang saja beling ato minimal paku di bawah meteranya ituh. Dipastikan akan takut anjlog. Dan tentu saja tips ini gagal total.

Warung Matro

•May 27, 2012 • Leave a Comment

Dsc02495

Warung Pak Matro ini merupaken warung yang paling dekat dengan asrama pabrik, berjarak kira-kira 1 km. Dan itu ditempuh dengan jalan kaki saja, sebab halte terdekat pun cuma berjarak 200 meter saja. Daripada ngebis cuma berjarak 200 meter saja mending jalan sekalian. Makanya walopun dekat tapi terasa jauh, jadi jarang belanja di situ, lebih sering ke kota sekalian. Warung dengan label  world food lumayan lengkap dengan bumbu-bumu dan bahan makanan dari Indonesyah.

Karena jarang belanja di situ jadi belum sempat nanya-nanya kenapa namanya Matro, yang ini juga patut masuk daftar mencurigakan untuk asal-usul dari Jawanya…..jangan-jangan nama panjangnya Matro Wijoyo.

Madang-so (마당소)

•May 25, 2012 • 1 Comment

Dsc02336

Lama-lama sayah pikir Korea ini asal-muasalnya dari keturunan Jawa kayaknya. Nemu mulai dari Pak wono yang jadi supir taksi, Pasar Simin terus dilanjut wedus yang kemarin itu. Sayah curiga jangan-jangan dulu Korea merupakan satu wilayah yang pernah ditaklukan Majapahit. Dan kata Korea mungkin berasal dari kata Kroya, kota kecil yang dekat Cilacap itu.

Dan sayah nemu lagi satu restoran yang dinamakan Madang-so (마당소), kata so sendiri berarti tempat/kantor. Jadi Madang-so itu menurut sayah campuran dari kata Jawa-Korea yang artinya Tempat makan. Dan sekali lagi saya perlu curiga jangan-jangan yang punya restoran itu ada sangkut pautnya juga dengan Jawa.

Wedus Korea

•May 24, 2012 • 2 Comments

Dsc02647

Seperti yang pernah sayah singgung dimarih, ada satu pabrik yang bernama Wedus. Dan berkali-kali memotret papan namanya selalu saja gagal. Di samping jarangnya pergi ke arah pabrik tersebut berada yang gak tiap bulan sekali lewat, juga belum apalnya tempat sehingga kelewat tapi yang menyebalkan lagi adalah pas di jalur lurus dan jauh dari halte bis sehingga kalo lewat di situ sudah dipastikan ngebut tiada tara. Dan hasilnya tentu saja hasil poto yang tidak diharapkan. Tapi kemarin walopun kurang pas hasilnya tapi lumayanlah bisa dapet sedikit. 

Wedus pancen……angel banget dipoto.

Tulisan hanggeul: 의더스 캐미칼 (Wedus Chemical)

Jadi Hacker …

•April 29, 2012 • 2 Comments

Anak lanang, Fadli yang baru kelas 4 SD. Hari ini menyapa  di chat FB yang memang slalu sayah stand by-kan. 

waduh…kalo gini bapaknya bisa kalah.

Semi, hujan dan rindu

•April 17, 2012 • 5 Comments

Tampaknya musim dingin ingin menambah durasinya, sudah di pertengahan musim semi tapi suhu belum beranjak meninggalkan beku di pagi hari. Terlihat beberapa genangan air membeku selalu  menyapa di pagi hari, itu menandakan suhu masih betah saja di bawah nol.  Dan itu pula yang membuat orang canggung dalam memilih pakaian di musim semi kali ini. Masih banyak orang yang memakai mantel tebal musim dinginnya, walaupun ada juga yang sudah menggantinya dengan jaket yang lebih tipis.

Di seberang halte tempat aku menunggu bis nomor 5-5 langgananku, terlihat seorang perempuan dengan langkah tergesa sambil memegang erat jaket tipisnya, setergesa dia memakai celana pendek musim panasnya. “belum saatnya non” batin saya yang juga sambil menggosok telapak kedinginan. Angin memang agak kencang bertiup sore ini dengan membawa hawa dingin dari utara yang menurut berita masih menurunkan salju saja di musim semi ini. Dan sialnya aku juga telah salah memilih pakaian kali ini, tapi sebenarnya tidak juga kalau saja lebih cepat menyelesaikan urusan sore ini. Matahari telah menarik kembali kehangatanya.

Tentang  hujan, yang terus datang memercik bumi dan menurunkan suhu permukaanya. Tidak ada musim hujan di sini, kalaupun ada itu hanya sesekali saja di musim panas. Untuk itu ada julukan khusus untuknya, Jangma –hujan di musim panas. Itu juga yang membuat beberapa kedai kopi menaruh tulisan yang menggantung di kaca –Gratis bila hari turun hujan-. Dan sekarang sepertinya hujan datang kapapun ia mau. Bahkan di puncak musim dingin lalu hujan pun menyela menghapus salju, sesuatu yang belum terjadi sebelumnya.

Dari semua tanda-tanda nampaknya musim semi terhapus dari gilirannya, dari musim dingin langsung ke musim panas. Sampai minggu ke dua di bulan yang kedua musim semi ini nampaknya itu akan menjadi kenyataan. Dan entah beberapa hari ini aku merasa rindu yang teramat, rasa yang membuat gelisah tidak seperti sebelumnya. Kau dan Aku satu, kalau memang satu kenapa mesti ada rindu? rasa rindu hanya untuk yang terpisah. Tapi aku rindu….. hujan boleh menghapus salju, hujan bisa menggeser musim semi tapi tidak rinduku.

Dan hari ini aku melihat kembang mulai mekar di rimbunnya belukar yang tampak mati di belakang pabrik, itu artinya ….. musim semi!!.