10 untuk anak lanang

•April 12, 2012 • 2 Comments

Satu kelahiran yang amat dinantikan bukan saja oleh kami pasangan muda waktu itu, sebab selain anak pertama juga sebagai cucu pertama bagi simbah-simbahnya. Sepuluh tahun lalu rasanya baru kemarin saja terdengar tangis pertamamu, Nak. Air mata ayah deras mengalir menyambutmu, Nak. Menjadi ayah….ya Ayah, satu kata tapi sebenarnya banyak rangkaian kata yang harus diwujudkan untuk benar-benar menjadi seorang “ayah”, tanggung jawab yang besar dalam kata ayah lah yang membuatku menangis dalam kebahagiaan waktu itu.

Fadli, Selamat ulang tahun nak.  Jagain adik-adik dan Ibu  untuk ayah ya Nak……besok pas ayah pulang pasti kamu sudah setinggi ayah.

Advertisements

Angka Sial ..

•April 11, 2012 • 2 Comments

Kalo biasanya angka sial itu identik dengan angka 13, ternyata di Korea inih ada beberapa angka yang menambah kesialan. Meskipun sama-sama menggunakan angka arab yang 0 – 9 itu, tapi dalam hal penulisan -terutama dalam tulisan tangan- mungkin orang Korea yang nyleneh menurut sayah. Mereka punya standarisasi versi mereka sendiri tapi nggak semua angka, hanya angka tertentu saja. Sebab itulah kalo pas packing bila salah menulis angka cara orang Korea, bisa habis deh kena semprot….siyal.

Angka yang menurut sayah aneh bila orang Korea  menulis misalnya angka 7 terus angka 9, angka 8 agak mendingan, terus kalo huruf alpabet yang suka di tulis aneh itu huruf  F.

Angka 8 yang dibenarkan di sini adalah yang kedua dan ketiga dari kiri, menulis angka 8 seperti sebelah kiri itu tidak diperkenankan katanya orang Korea gak akan tahu kalo ini angka 8. Dan memang beberapa kali ketika material dari eropa datang dengan nomer registarsi tulisan tangan seperti di gambar paling kiri, orang kantor mesti nanya ke kita dulu itu angka berapa? ..halah.

Penampakan angka sembilan

Kalo angka sembilan ini rada mendingan, walopun orang korea kebanyakan nulis angka sembilan seperti di atas tapi masih bisa ngerti kalo kita nulis angka sembilan seperti biasanya.

Angka tujuh orang korea memang aneh depanya harus ditambahin coretan ke bawah, menulis angka  tujuh dengan coretan di tengah seperti umumnya tidak dimengerti di sini.

Untuk huruf mungkin hanya huruf  eF (apa eP..yah?) yang menurutku lucu. untuk huruf f kecil biasanya ditulis miring sekali yang kadang garis miring tanpa lengkungan di atas dan coretan mendatar ditengah, jadi kadang nggak ngira kalo itu huruf eF dan umumnya mereka nulis huruf eF sepeti gambar paling kanan seperti huruf H tapi ada tambahan coretan mendatar di atas. Dan otak sayah suka keliru menerjemahkan dengan huruf H …….hancuk tenan.

*semua ilustrasi terbikin dengan coretan tangan asli via HP android

6 Aprielkoe

•April 6, 2012 • 2 Comments

Ah, sudah kehabisan kata rasanya selain terima kasih sebab hampir dua belas tahun ini selalu mengisi susah-senangku. Seseorang dari masa kecilku hingga menjadi pendamping hidup sungguh tak terbayangkan.

Selamat ulang tahun Bu……… I love you full deh..!

Perempuan Hebat

•March 31, 2012 • Leave a Comment

Dsc02516

Setiap lewat tempat inih yang kebetulan di depanya adalah Halte bus tempat sayah menunggu. Sayah selalu terkagum-kagum dengan perempuan satu inih. Sebagai promotion girl di sebuah toko kecantikan. Kerjaannya cuma berdiri saja 8 jam ditambah ngomong tentu saja, dan itu dilakukan tanpa putus untuk nawarin orang yang lewat untuk masuk tokonya. Hebatnya lagi itu juga dilakukanya dibawah suhu minus waktu musim dingin kemarin. Bayangin aja 8 jam, berdiri, ngomong tanpa henti, suhu sampai minus 12…..kalo sayah enggak deh. 

Kamu memang perempuwan hebat nduk….

Cerita dari rumah

•March 31, 2012 • 2 Comments

Gak terasa hampir dua tahun jauh dari rumah, dan selama itu pula ternyata anggota keluarga besarku telah nambah anggota keluarga 4 orang. Dari empat anggota tambahan itu 2 orang tentu saja dari sayah yang kembar itu dan disusul masing-masing adik sayah nomer tiga perempuan dan adik sayah persis yang laki-laki udah nambah anak keduanya.  Jadi ketika sayah pulang nanti ada 4 anak kecil yang tidak sayah kenal akan menyambut. Dan takutnya lagi anak sayah sendiri si kembar akan memanggil sayah “Oom”…….hadeeeh.

Anak pertama dari adik sayah yang laki-laki namanya Fahri  umurnya 4 tahun. Ceritanya kemarin pas adeknya lahir, yang kebetulan lahir cesar dan kebetulan juga di salah satu RS di Gombong. Jadi si Fahri ini tidak ngikut adeknya liran. Setelah tiga hari dan dibawa pulang adeknya itu, Fahri protes keras ke ortunya sebab bawa bayinya cuma satu gak dua kaya si kembar anak sayah……wkwkwkwk. Susah juga njelasin ke anak kecil dan akhirnya bisa menerima penjelasan ortunya yang kira-kira begini, “ini adeknya satu dulu yaa….nanti dibuatin lagi” ……halah.

Cerita kedua tentang Hani anak wedok sayah satu-satunya. Ceritanya dia lagi seneng-senengnyah main sama temen SD. Sebenernyah sih belum cukup umur untuk masuk SD sebab baru 5 tahun, tapi karena kemauan si anak dan ternyata SDnya pun mau menerima..ya sudah lah. Nah dengan temen-temen barunya itu Hani lagi seneng-senengnyah main. Begitu pulang sekolah jam 10-an langsung ambil sepeda terus main. Dan mainya itu suka lupa waktu, yang seharusnya jam makan siang sudah pulang ini terlambat terus bahkan beberapa kali ibunya harus memanggil paksa (hayyah kaya KPK ae) dari tempat bermainnyah. Suatu saat Ibunya ngasih nasehat “Han, kamu boleh main tapi inget waktu. Kalo udah denger azdan cepetan pulang, makan siang terus tidur biar nanti kalo ngaji gak ngantuk” | “iya Bu” . Dan rupanya nasehat itu berhasil, tapi cuma berlaku satu hari. Maka kena tegur lagi sama ibunya ” Han, kok pulangnya terlambat lagi? Kemarin Ibu bilang apa?” | ” Lho itu buat tiap hari ya Bu?” | “Ya iya lah” | “Ooo..bilang ya Bu kalo itu buat tiap hari” . He..he…susah juga dengan anak sekarang udah salah masih bisa nyalahin.

Kabar dari Korea

•March 29, 2012 • 3 Comments

Dsc02531

Kali ini kunjungan pak Beye dan bu Ani di Korea dalam rangka menghadiri Nuclear Security Summit 2012 rupanya menyisakan kabar di Koran lokal. Tapi bukan pak Beye yang masuk koran tapi malah bu Ani (ani adalah bahasa korea yang artinya tidak, bukan). Dan yang menjadi sorotan adalah tas-nya yang harganya mencapai 1.800.000 won atau setara dengan 14.400.000 Ripis. Harga segitu hampir 40 kali lipat gaji seorang PRT ato buruh cuci di kampung sayah. Prihatin……

Ket. Foto : bu Ani paling kiri atas dan keterangan harga tas di pojok kanan bawah.

Sepanjang Jalan Kuningan

•March 25, 2012 • Leave a Comment

Dsc00177

Melihat dua sejoli Korea ini bergandengan tangan sepanjang jalan yang kebetulan satu arah dengan jalan sayah tuju membuat iri saja. Bukan iri yang konotasi negatif tapi ikut seneng dengan kebahagiaan mereka berdua dan malah membangkitkan kenangan lama sayah yang berkaitan dengan lagu lama  Tetty Kadi yang berjudul “Sepanjang Jalan Kenangan” yang reffrainnya “sepanjang jalan kenangan, kita slalu bergandeng tangan ….”.

Satu kenangan masa kecil sayah dengan mantan pacar tentu saja, yang kebetulan waktu itu kita tinggal di jalan yang sama yaitu Jalan Kuningan. Sehingga lagu itu begitu pas mengingat masa-masa indah dulu itu tentu saja dengan sedikit mengubah lirik lagu seperti judul di atas. “sepanjang jalan kuningan, kita slalu bergandeng tangan…..” ah indahnya masa itu.